<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AirPUTIHKU</title>
	<atom:link href="http://airputihku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://airputihku.wordpress.com</link>
	<description>Berani - Kritis - Apa Adanya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 17:19:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='airputihku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4a3e521f75b94b8fa56bb40f168c9140?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>AirPUTIHKU</title>
		<link>http://airputihku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://airputihku.wordpress.com/osd.xml" title="AirPUTIHKU" />
	<atom:link rel='hub' href='http://airputihku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Falsafah &#8216;URIP-URUP&#8217; Untuk Musisi Indonesia</title>
		<link>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/21/falsafah-urip-urup-untuk-musisi-indonesia/</link>
		<comments>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/21/falsafah-urip-urup-untuk-musisi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 08:15:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[TentangHIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[TentangMUSIK]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hedonis]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[musisi]]></category>
		<category><![CDATA[pemuja]]></category>
		<category><![CDATA[urip]]></category>
		<category><![CDATA[urup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airputihku.wordpress.com/?p=1063</guid>
		<description><![CDATA[DALAM banyak filosofi, apapun kepercayaan dan keyakinannya, hidup itu harus [kudu dan wajib] menjadi terang. Kalau hidup berkutat dengan kepusingan akan dunia di luar sana, yang ada bukan menjadi terang, tapi justru “pemadam ke-terang-an” itu. Dalam dialektika kebijaksanaan Jawa, ada istilah Urip Urup. Apa itu? Urip itu artinya hidup, dan Urup itu  artinya menyala atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1063&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">DALAM banyak filosofi, apapun kepercayaan dan keyakinannya, hidup itu harus [kudu dan wajib] menjadi terang. Kalau hidup berkutat dengan kepusingan akan dunia di luar sana, yang ada bukan menjadi terang, tapi justru “pemadam ke-terang-an” itu. Dalam dialektika kebijaksanaan Jawa, ada istilah <em><strong>Urip Urup</strong>. </em>Apa itu?<em> <strong>Urip</strong></em> itu artinya hidup, dan <strong><em>Urup</em></strong> itu  artinya menyala atau kita maknai terang. <a href="http://airputihku.files.wordpress.com/2012/01/hedonis1.gif"><img class="alignright size-medium wp-image-1065" title="hedonis" src="http://airputihku.files.wordpress.com/2012/01/hedonis1.gif?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Dalam konteks industri musik Indonesia, musisi harus menjadi <strong><em>Urup</em></strong> bagi banyak pemuja dan sekelilingnya. Tapi kondisi itu tampaknya tak terlalu banyak mengubah apapun, lantaran terlalu berat memikirkan <strong><em>Urip. </em> </strong>Demi <strong><em>Urip </em></strong>yang harus tampak secara material, <em></em><em>immaterial-</em>nya malah terabaikan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Demi seonggok popularitas, musisi yang baru ngetop, sedang ngetop dan berharap ngetop, membeli “tangga naik” yang dapat dijadikan pijakan ke atas berupa kehidupan bermerek dengan harga yang mahal.  Glamor membuat mereka –musisi keblinger itu— kehilangan <strong><em>Urip. </em></strong><em></em>Seolah dengan asesoris berkelas itu, lalu merasa sudah menjadi bagian dari strata atas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Musisi yang terjebak ke wilayah ini tidak sadar bahwa dengan menggunakan barang-barang mahal seakan dirinya menjadi ikut naik kualitas pribadi dan hidupnya. Padahal yang berharga itu asesorisnya, bukan diri pribadinya. Musisi semacam ini mesti diingatkan dan dikasihani. Mereka terkena krisis kepercayaan diri dan kepribadian.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Tak hanya gaya hidup yang kasat mata, yang tak tampak pun mereka ubah, supaya lebih bisa diterima. Kalau menambah kemampuan muskalitas dan kepintaran diri <em>sih</em>, wajar-wajar saja, tapi kalau hanya memuaskan ‘ego’ itu namanya pembodohan diri sendiri. Kalau tidak berada di area yang dipandang orang dengan semua atribut ‘kehebatan’ dan ‘kesuksesannya’ itu, seolah menjadi penderita kusta yang harus diisolasi dari dunia luar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Lalu sengkarut musisi yang <em>hedonis </em>itu, sepertinya justru menunjukkan ‘ketakutan’ untuk menjadi pribadi yang apa adanya. Perbaikan kualitas diri itu, bukan pada yang kasat mata semata, tapi pada <strong><em>Urup­</em>-</strong>nya diri.  Mungkin akan menjadi aneh, diabaikan, disingkirkan atau dikucilkan. Takut? Bukankah, Urup itu tidak harus nyaman?  Persoalan-persoalan dalam kehidupan, bukan penghambat, tapi justru menjadi keutamaan untuk menjadi<strong> <em>Urup </em></strong>tadi.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Saya ingin menyitir ungkapan politisi Korea Utara, Kim Yong Nam, “Kami bakal ubah kesedihan menjadi seribu kali lipat kekuatan dan keberanian, sehingga bisa mengatasi kesulitan.” Dan itulah kunci <strong><em>Urip</em></strong><em></em> [yang]<strong> <em>Urup. </em></strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentanghidup/'>TentangHIDUP</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangmusik/'>TentangMUSIK</a> Tagged: <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/gaya-hidup/'>gaya hidup</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/hedonis/'>hedonis</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musik/'>musik</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musisi/'>musisi</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/pemuja/'>pemuja</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/urip/'>urip</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/urup/'>urup</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airputihku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airputihku.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airputihku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airputihku.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airputihku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airputihku.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airputihku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airputihku.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airputihku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airputihku.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airputihku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airputihku.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airputihku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airputihku.wordpress.com/1063/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1063&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/21/falsafah-urip-urup-untuk-musisi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/efa85eaaf98f194d1fbb8acf6ae9d7b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">airputihku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://airputihku.files.wordpress.com/2012/01/hedonis1.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hedonis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Filosofi Teklek &#8212; Tertarik Menjadi Manusia?</title>
		<link>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/17/filosofi-teklek-tertarik-menjadi-manusia/</link>
		<comments>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/17/filosofi-teklek-tertarik-menjadi-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 19:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[TentangHIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[kamus besar bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lao tze]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[simplicity]]></category>
		<category><![CDATA[teklek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airputihku.wordpress.com/?p=1060</guid>
		<description><![CDATA[Tertarik jadi manusia? Sebuah pertanyaan paradoksal ketika itu ditanyakan kepada manusia lain. Bukankah kita sudah jadi manusia sejak lahir? Betul, saya, Anda dan kita –yang bisa membaca tulisan ini—adalah manusia. Tapi seperti apa? SEBELUM benar-benar merasa jadi manusia, coba kita pelajari dengan cara sederhana tentang ajaran Tao. Lao Tze –nabi Tao itu—mengajarkan tentang: merangkul balok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1060&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Tertarik jadi manusia? Sebuah pertanyaan paradoksal ketika itu ditanyakan kepada manusia lain. Bukankah kita sudah jadi manusia sejak lahir? Betul, saya, Anda dan kita –yang bisa membaca tulisan ini—adalah manusia. Tapi seperti apa?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">SEBELUM benar-benar merasa jadi manusia, coba kita pelajari dengan cara sederhana tentang ajaran Tao. Lao Tze –nabi Tao itu—mengajarkan tentang: merangkul balok kayu yang tak dipahat. Balok kayu yang tak dipahat adalah lambang keluguan, sifat asli apa adanya, tanpa dibuat-buat atau direkayasa, sesuatu yang sederhana dan alami. Seseorang harus kembali pada sifatnya yang asli, begitu kira-kira yang ingin disampaikan Lao Tze. Kesederhanaan tanpa banyak aksesoris! <em>Simplicity.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Bukankah <em>simplicity</em> itu yang sudah sering dilupakan orang dalam budaya pop sekarang ini? Sekarang ini orang lebih banyak mengejar akseoris daripada hal-hal yang basic atau mendasar. &#8220;Carilah yang <em>basic</em>, dan tinggalkan aksesoris. Orang bijak mencari makan, dan bukan kepuasan rasa,&#8221; begitu yang dikatakan Lao Tse.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Sebaliknya makin kasar rasa seseorang, makin rendah tingkat spiritual-nya, makin kaku sikapnya, dan makin sulit menerima pandangan yang berbeda, tidak bisa hidup tenteram dengan kelompok lain, mau menang sendiri. dan ugal-ugalan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Analogi Tao ini konkruen dengan filosofi yang pernah saya tawarkan,<em> “filosofi teklek”</em>.  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI] artinya adalah lapik [alas] kaki yang dibuat dari kayu bertelinga,  tempat memasukkan seluruh jari kaki biasanya terbuat dari karet. Disebut juga dengan terompah kayu, kelom atau bakiak</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Teklek </em>itu tempatnya dibawah. Mari kita mengartikannya dengan para bawahan dan orang yang dibawahkan, biasanya justru menjadi pondasi dari satu bangunan yang disebut kemanusiaan. Jika tidak disiapkan dengan kokoh, bangunan itu bisa roboh. Filosofinya sederhana saja, jangan pernah meremehkan siapapun yang seolah dan kita anggap berada di bawah kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Bagaimana menjadi manusia? Jujur saja, masih banyak yang belum menjadi “manusia” karena semua mengejar aksesoris daripada hal-hal yang <em>basic</em>.  Berebut menjulang ke atas dengan menginjak yang dibawah. Melihat manusia lain selalu lebih buruk dibanding diri kita sendiri. Bukankah, pemilik jagat ini menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar? <em>Simplicity</em>.  Selamat menjadi manusia.  </span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;" align="right">
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentanghidup/'>TentangHIDUP</a> Tagged: <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/filosofi/'>filosofi</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/kamus-besar-bahasa-indonesia/'>kamus besar bahasa indonesia</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/lao-tze/'>lao tze</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/manusia/'>manusia</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/simplicity/'>simplicity</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/teklek/'>teklek</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airputihku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airputihku.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airputihku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airputihku.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airputihku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airputihku.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airputihku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airputihku.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airputihku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airputihku.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airputihku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airputihku.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airputihku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airputihku.wordpress.com/1060/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1060&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/17/filosofi-teklek-tertarik-menjadi-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/efa85eaaf98f194d1fbb8acf6ae9d7b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">airputihku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Promotor Undercover: Mari “Merusak” Harga</title>
		<link>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/15/promotor-undercover-mari-merusak-harga/</link>
		<comments>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/15/promotor-undercover-mari-merusak-harga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 08:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[TentangMUSIK]]></category>
		<category><![CDATA[antri]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[harga tiket]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[konser musik]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[musisi]]></category>
		<category><![CDATA[promotor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airputihku.wordpress.com/?p=1054</guid>
		<description><![CDATA[Saya dan ribuan [mungkin jutaan malah] termasuk orang yang senang menonton konser musik.  Apalagi musisi yang tampil adalah idola dan hapal banyak lagunya. Bisa sepanjang konser ikut koar-koar berteriak menyanyikan lagu yang kita bisa. Dan saya termasuk beruntung, ketika Indonesia menjadi destinasi banyak musisi hebat kelas dunia, sebagai tempat menggelar konser atau sekadar promo album. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1054&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Saya dan ribuan [mungkin jutaan malah] termasuk orang yang senang menonton konser musik.  Apalagi musisi yang tampil adalah idola dan hapal banyak lagunya. Bisa sepanjang konser ikut koar-koar berteriak menyanyikan lagu yang kita bisa. Dan saya termasuk beruntung, ketika Indonesia menjadi destinasi banyak musisi hebat kelas dunia, sebagai tempat menggelar konser atau sekadar promo album. Bayangkan, musisi yang selama ini berseliweran di televisi dengan semua pernak-pernik sukses dan gosipnya, tiba-tiba hadir di depan mata kita. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Beruntungnya saya, karena saya punya akses sebagai media [musik].  Memudahkan saya untuk nonton konser, tanpa harus pusing memikirkan bujet tiket. Bagaimana tidak pusing, kalau harga tiket konser di Indonesia sudah menembus angka jutaan rupiah. Mengandalkan gaji wartawan, tentu harus pandai-pandai memilih konser mana yang wajib tonton. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Tapi hal itu tidak saya rasakan sebelum saya masuk ke ranah industri media musik.  Dan saya bisa merasakan juga, bagaimana rasanya berjuang mendapatkan tiket, sampai harus antri berpanjang-panjang. Diluar itu semua, saya dan mungkin Anda, pasti terbelalak melihat angka-angka harga tiket yang terpampang. Tiket termahal yang pernah saya lihat adalah 27.5 juta rupiah. Percaya atau tidak, justru harga termahal itulah yang paling cepat ludes. Paling tidak, demikian pengakuan promotornya.  Salahkah kalau saya bilang, penonton konser di Indonesia benar-benar kaya raya?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Industri hiburan di Indonesia memang paling menggairahkan. Tidak peduli ada krisis ekonomi, politik atau sosial, antusiasme menonton konser music tetap saja tinggi.  Yang paling menggiurkan tentu saja perputaran bisnisnya. Tak heran, kalau selama ini hanya mengenal beberapa nama besar di bisnis promotor, kini seabrek nama-nama baru bermunculan, dengan kekuatan modal yang tidak bisa diremehkan.  Memang bukan pekerjaan mudah mengurus konser, banyak hal yang kudu dipelajari dan dimengerti. Tapi bukan berarti “bocah-bocah kaya” tak punya nyali menjadi promotor.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Satu sisi bagus, karena akan banyak pilihan artis-artis yang didatangkan. Bahkan artis yang sedang ngetop-ngetopnya pun bisa dengan cepat menggelar konser di Jakarta atau Indonesia. Semisal Katty Perry atau Justin Bieber atau mungkin Lady Gaga.  Tinggal tunggu waktu saja, kapan musisi-musisi kelas dunia berdatangan. Apalagi kalau artis A sukses kemudian berpromosi kepada kawannya di undang untuk konser di Jakarta. Mereka akan saling memberi informasi. Dan itu adalah promosi gratis yang paling mahal. Kepercayaan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Tapi persoalan tak cuma itu. Kasak-kusuk di dunia promotor mengatakan, sudah banyak pemain baru yang merusak harga.  Apa artinya?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Seorang lingkaran dalam promotor kondang mengatakan, memilih <em>wait n see</em> untuk menggelar konser lagi. Pasalnya ada beberapa pemain baru dengan kekuatan modal yang [tampaknya] tak terbatas itu, merusak aturan main yang tidak fair. Lazim kita dengar, promotor A melakukan pendekatan kepada artis. Ditengah-tengah, tiba “diserobot” promotor lain yang berani menawar dengan harga lebih tinggi. “Bayangkan, ada promotor yang berani mendatangkan Lady Gaga dengan kisaran harga 20 milyar,” celetuk Sentilun –sebut saja begitu, melempar isu. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Mengapa merusak? Kisaran harga artis-artis itu di negaranya sana, tidak ada yang menembus angka gila-gilaan, kecuali untuk nama-nama tertentu yang benar-benar sudah besar. Alhasil, ketika tahu ada promotor di Indonesia “royal membayar” mereka akan pasang tarif tinggi. Akibatnya? Biaya produksi membengkak dan yang jadi korban adalah penonton, terpaksa merogoh kocek lebih dalam. Masih mending kalau penonton sesuai harapan, kalau tidak? Promotor juga yang rugi. Memang kalau untung, dapatnya juga tidak sedikit. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Menurut beberapa nama yang sempat ngobrol “omong-kosong” sebenarnya ada kesepakatan tidak resmi mengenai kisaran harga untuk mendatangkan artis. Kemudian beberapa promotor juga menolak kalau disebut bersaing. “Mereka sebenarnya sudah tahu pangsa masing-masing,  jadi tidak akan merusak ceruk dengan saling bermain-main tidak fair,” tambah Sentilun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Sayangnya, belum ada asosiasi resmi promotor di Indonesia  yang punya aturan jelas tentang hal itu. Jadi kalau sekarang masih “saling silang” dalam mendatangkan artis, tergantung “keberadaban” dan “nurani” untuk saling berkompromi saja.  Sayangnya, hal terkhir ini pun sudah semakin hilang.  Keuntungan adalah “Tuhan”.   Siapa senang, siapa telentang? Ah, saya terbangun dari mimpi………</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangmusik/'>TentangMUSIK</a> Tagged: <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/antri/'>antri</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/artis/'>artis</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/harga/'>harga</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/harga-tiket/'>harga tiket</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/kaya/'>kaya</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/konser-musik/'>konser musik</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musik/'>musik</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musisi/'>musisi</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/promotor/'>promotor</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airputihku.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airputihku.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airputihku.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airputihku.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airputihku.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airputihku.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airputihku.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airputihku.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airputihku.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airputihku.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airputihku.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airputihku.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airputihku.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airputihku.wordpress.com/1054/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1054&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/15/promotor-undercover-mari-merusak-harga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/efa85eaaf98f194d1fbb8acf6ae9d7b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">airputihku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Nyambung&#8221; &#8212; Sepakat itu Jangan Dipaksain!</title>
		<link>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/13/nyambung-sepakat-itu-jangan-dipaksain/</link>
		<comments>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/13/nyambung-sepakat-itu-jangan-dipaksain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 18:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[TentangKEBEBASAN]]></category>
		<category><![CDATA[TentangMUSIK]]></category>
		<category><![CDATA[gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[laki laki]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[musisi]]></category>
		<category><![CDATA[nyambung]]></category>
		<category><![CDATA[sosok]]></category>
		<category><![CDATA[wawasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airputihku.wordpress.com/?p=1051</guid>
		<description><![CDATA[INI DIALOG dua manusia, perempuan dan laki-laki. Si perempuan, menyebut laki-laki di hadapannya adalah sosok yang cerdas, karena dianggapnya punya wawasan keilmuan, tentang banyak hal, diluar hal-hal yang ditekuninya. Sementara, si laki-laki menganggap perempuan di depannya, adalah orang yang pintar, karena punya sudut pandang investigatif ketika menyorot satu persoalan. Dan itu menarik. Alhasil, ketika mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1051&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">INI DIALOG dua manusia, perempuan dan laki-laki. Si perempuan, menyebut laki-laki di hadapannya adalah sosok yang cerdas, karena dianggapnya punya wawasan keilmuan, tentang banyak hal, diluar hal-hal yang ditekuninya. Sementara, si laki-laki menganggap perempuan di depannya, adalah orang yang pintar, karena punya sudut pandang investigatif ketika menyorot satu persoalan. Dan itu menarik. Alhasil, ketika mereka bicara –tentang banyak hal—terjadi interaksi yang menyenangkan dan nyambung.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">NYAMBUNG. Kata ini sederhana sekali. Dalam konteks relasi antara manusia, tiba-tiba menjadi satu rangkaian penting. Ibarat baut dalam sebuah konstruksi besar, jika hilang, maka bangunan di atasnya bisa rubuh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Bisa menjadi nyambung itu sebenarnya lebih kepada budaya “mau” dari manusia yang dianggap tidak nyambung. Mau belajar, mau menempa diri, mau bertanya dan mau merendahkan ego-nya. Tidak harus menjadi “superior” dan kemudian mengetahui segalanya, karena rentan memunculkan kesombongan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Menjadi manusia yang nyambung pun tidak mudah. Perlu <em>chemistry</em> dari sosok diluar diri kita. Takarannya memang harus naik, atau malah turun. Kalau naik terlalu tinggi, kita juga repot karena akhirnya tidak menjadi diri sendiri. Terlalu rendah, kita yang jungkir balik menurunkan <em>chemistry. </em>Dialog di awal bisa membuat kita tahu, nyambung atau tidak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Balik lagi pada kenyamanan berinteraksi. Menjadi manusia baik, memang tak perlu sambung menyambung, tapi untuk memperbaiki kualitas kebaikan diri, nyambung jadi penting untuk menghargai ide, pendapat atau gagasan dari luar diri kita. Kalau kemudian kita bisa mengimplementasikan kesepahaman ide tadi, akan ada interaksi lebih baik yang terjadi. Dan itu bisa terjadi karena urusan nyambung tadi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Dinamika yang terjadi dalam realitanya memang tidak selalu sesuai dengan harapan. Pengaruhnya bisa bermacam-macam. Untuk mencapai koneksi yang diinginkan, kita –saya dan Anda—perlu merefleksikan kemampuan personal dengan lebih tepat. Alangkah menggelikannya, ketika kita dianggap punya talenta dan kapabilitas tentang satu hal, tapi ternyata malah “nggak nyambung” ketika diajak ngobrol dengan hal yang sejatinya amat kita kuasai.  Paradoksal akut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Perceraian, pertengkaran, putus hubungan, atau perpecahan, adalah warna-warni yang lahir dari “ketidaknyambungan” itu. Jangan sampai jadi manusia nggak nyambung tapi tidak usah memaksa jadi “nyambung-nyambungin” karena bakal terlihat tolol malahan. <strong></strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangkebebasan/'>TentangKEBEBASAN</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangmusik/'>TentangMUSIK</a> Tagged: <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/gagasan/'>gagasan</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/konstruksi/'>konstruksi</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/laki-laki/'>laki laki</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musik/'>musik</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musisi/'>musisi</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/nyambung/'>nyambung</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/sosok/'>sosok</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/wawasan/'>wawasan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airputihku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airputihku.wordpress.com/1051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airputihku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airputihku.wordpress.com/1051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airputihku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airputihku.wordpress.com/1051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airputihku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airputihku.wordpress.com/1051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airputihku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airputihku.wordpress.com/1051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airputihku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airputihku.wordpress.com/1051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airputihku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airputihku.wordpress.com/1051/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1051&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/13/nyambung-sepakat-itu-jangan-dipaksain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/efa85eaaf98f194d1fbb8acf6ae9d7b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">airputihku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Habis [Konser] Manis, Media Dibuang: Lika-Liku ‘Promotor Penyepah’</title>
		<link>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/13/habis-konser-manis-media-dibuang-lika-liku-promotor-penyepah/</link>
		<comments>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/13/habis-konser-manis-media-dibuang-lika-liku-promotor-penyepah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 17:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[TentangMUSIK]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[musisi]]></category>
		<category><![CDATA[promotor]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<category><![CDATA[sepah]]></category>
		<category><![CDATA[sinergi]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airputihku.wordpress.com/?p=1048</guid>
		<description><![CDATA[PERUMPAMAAN ini rasanya tepat menggambarkan nasib wartawan yang kerap diombang-ambingkan oleh perilaku promotor [musik]. Diperlakukan manis tatkala sedang membutuhkan eksposure untuk artis yang didatangkan. Catatan saya ini merujuk pada wartawan yang sesungguhnya memang meliput acara hiburan, bukan bodreks [buat saya, mereka bukan wartawan] yang kerap ‘merengek’ minta tiket dan kemudian menjualnya kepada calo. Di Jakarta, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1048&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">PERUMPAMAAN ini rasanya tepat menggambarkan nasib wartawan yang kerap diombang-ambingkan oleh perilaku promotor [musik]. Diperlakukan manis tatkala sedang membutuhkan <em>eksposure</em> untuk artis yang didatangkan. Catatan saya ini merujuk pada wartawan yang sesungguhnya memang meliput acara hiburan, bukan bodreks [buat saya, mereka bukan wartawan] yang kerap ‘merengek’ minta tiket dan kemudian menjualnya kepada calo.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Jakarta, ada beberapa promotor yang amat piawai ‘mengombang-ambingkan’ perasaan wartawan saat ingin meliput konser. Tidak usahlah saya sebut namanya, karena promotor itu sudah menjadi “legenda penyepah” bagi banyak wartawan. Sayangnya, meski diperlakukan diskriminatif, wartawan masih “menjura” untuk mendapat akreditasi media, meski harus menurunkan tensi dan harga diri. Ini otokritik untuk yang gembar-gembor melawan, tapi tetap menempel. Ada media yang begitu? Ya tidak sedikit!</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam teori komunikasi, sebenarnya bisa berjalan baik kalau ada sinergi komunikator dan komunikan, kemudian ada pesan yang disampaikan [tanpa mengalami erosi fakta]. Sayangnya, teori ini sering dimentahkan oleh perilaku-perilaku promotor yang memilih menjadi diskriminatif. Unsur <em>proximity </em>[kedekatan] yang seharusnya bisa dijalin dengan baik, menjadi berantakan hanya karena pilihan-pilihan yang menyebalkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kacamata saya, hal tersebut saya dengan “kamar gelap”. Sebuah relasi yang Gelap dan tak berlampu. Tak ada jendela tempat cahaya kecil mengintip. Saya membayangkan, seandainya kehidupan ini selalu berada di ruang gelap seperti yang itu, akankah kita merasakan yang namanya ketenaran, kemeriahan puja-puji, <em>sengkrang-sengkring</em> popularitas. Kita berasa dalam kapasitas <em>disolasi</em> [kegelapan] yang tak berujung.</p>
<p style="text-align:justify;">Profesionalitas itu dibangun lewat banalitas yang positif. Promotor itu bukan “tuhan” meski dengan alasan menjaga “stabilitas” acara, dia bisa melakukan apapun. Sementara wartawan juga bukan malaikat terang yang selalu berbuat baik dan menyenangkan. Kolaborasi “tuhan” dan “malaikat” itu harusnya bisa saling melengkapi. Bukan saling menyepah. Percayalah, kalau salah satu sudah “menyakiti”, niscaya relasinya bakal terganggu. Dan itu sudah sering terbukti.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangmusik/'>TentangMUSIK</a> Tagged: <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musik/'>musik</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musisi/'>musisi</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/promotor/'>promotor</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/rock/'>rock</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/sepah/'>sepah</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/sinergi/'>sinergi</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/wartawan/'>wartawan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airputihku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airputihku.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airputihku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airputihku.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airputihku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airputihku.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airputihku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airputihku.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airputihku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airputihku.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airputihku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airputihku.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airputihku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airputihku.wordpress.com/1048/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1048&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/13/habis-konser-manis-media-dibuang-lika-liku-promotor-penyepah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/efa85eaaf98f194d1fbb8acf6ae9d7b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">airputihku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sikap Yang [Harus] Diambil, Untuk Promotor Yang [Selalu] Meremehkan!</title>
		<link>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/11/sikap-yang-harus-diambil-untuk-promotor-yang-selalu-meremehkan/</link>
		<comments>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/11/sikap-yang-harus-diambil-untuk-promotor-yang-selalu-meremehkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 10:53:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[TentangKEBEBASAN]]></category>
		<category><![CDATA[TentangMUSIK]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan]]></category>
		<category><![CDATA[liputan]]></category>
		<category><![CDATA[media relation]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[musisi]]></category>
		<category><![CDATA[penetrasi]]></category>
		<category><![CDATA[promotor]]></category>
		<category><![CDATA[sikap]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airputihku.wordpress.com/?p=1044</guid>
		<description><![CDATA[INI SUDAH sering terjadi. Bagaimana promoter musik memanfaatkan –betul memanfaatkan,&#8212;media dan corong sosial media untuk melakukan penetrasi yang murah dan irit, untuk mendongkrak informasi tentang musisi atau solois yang mereka datangkan. Perjalanan promosi utuk artis besar, biasanya dilakukan  beberapa bulan sebelum kedatangannya, Tak hanya itu, wartawan juga “dilibatkan” sebagai “juru bicara” paling efektif. Semua wartawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1044&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">INI SUDAH sering terjadi. Bagaimana promoter musik memanfaatkan –betul memanfaatkan,&#8212;media dan corong sosial media untuk melakukan penetrasi yang murah dan irit, untuk mendongkrak informasi tentang musisi atau solois yang mereka datangkan. Perjalanan promosi utuk artis besar, biasanya dilakukan  beberapa bulan sebelum kedatangannya, Tak hanya itu, wartawan juga “dilibatkan” sebagai “juru bicara” paling efektif. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Semua wartawan diundang, termasuk yang tidak pernah liputan musik, silakan datang. Data hadir untuk wartawan, biasanya digunakan untuk mendata wartawan-wartawan yang –kabarnya—mendapat ID liputan ketika artis tersebut. Kemudian promoter itu juga mendulang PR Agency untuk mengurus wartawan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Sayangnya, kemudian yang terjadi di lapangan, tidak seindah yang dibayangkan. Sudah ada kesepakatan di antara wartawan –khususnya hiburan—untuk memberi  “pelajaran” kepada promoter . Promotor  “bisa” semena-mena karena merasa artis yang mereka datangkan adalah musisi besar, kelas dunia dan ber-skill. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Dan kemudian “petaka” itu datanglah. Ketika hari “H” sudah terjadi, biasanya pihak media partnes diberi kelebihan tiket atau ID, sementara yang tidak tercatat tapi merupakan media nasional yang dianggap besar, akan ID khusus yang dibagikan ke dalam. Dan mulai promoter itu menjadi “predator” yang berkilah atas permintaan manajemen artis, hanya bisa memberikan ID kepada media-media yang sudah dipilih dan dikonfrimasi. Mereka “memangsa” media-media yang jelas, tapi tidak mendapat akreditasi. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Kalau memang hanya memanfaatkan wartawan [sebanyak-banyaknya] di awal, kemudian ketika beritanya terangkat membesar sehingga penonton berbondong-bondong lalu menanggalkan wartawan atau media yang jelas-jelas mensuportnya, berarti terjadi “pengkadalan” kepada wartawan dan media [yang jelas] itu. Repotnya pula, banyak yang didapuk sebagai media relation, tapi sama sekali tidak tahu media-media saja yang linier dengan acara atau konsernya itu. <em>Pah-poh</em> dan kebingungan ketika ditanya soal kerjasama menjadi media partner. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Ketika hari “H” – silakan menyingkir kalau Anda tidak termasuk yang masuk list. Tidak peduli sebesar apa media Anda, tidak peduli sehebat apa nama Anda, tapi terimakasih sudah datang di awal membantu menulis.  “Tapi nama dan media Anda tidak masuk di list!” <em>damned!</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Apa yang harus dilakukan? Inilah sikap kami –kebijakan media saya—tinggalkan semua kerjasama dengan promoter tersebut, tidak peduli sehebat dan sedahsyat apapun artis yang mereka datangkan.  Boikot? Istilahnya terlalu keras mungkin, tapi memilih tidak melakukan penulisan dan peliputan kepada promoter dan PR yang jelas-jelas meremehkan dan mengabaikan media.  Dialog dan hubungan tetap terbuka untuk dilakukan, tapi sikap yang jelas dari pihak media juga diperlukan. Ngefans dan tergila-gila dengan artis yang didatangkan, boleh-boleh saja, tapi kalau harus “dikangkangi” terus menerus, itu artinya sudah mengemis. Maaf, bukan sikap kami. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Bagaimana dengan media yang mendapat perlakuan sama tapi tetap “mengharap” kesempatan nonton? Ah, itu sih wartawannya memang mau nonton gratis saja, diperlakukan apa saja nurut yang penting dapat ID.  Melawan atau [mau] tertindas terus?</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangkebebasan/'>TentangKEBEBASAN</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangmusik/'>TentangMUSIK</a> Tagged: <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/kebebasan/'>kebebasan</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/liputan/'>liputan</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/media-relation/'>media relation</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musik/'>musik</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musisi/'>musisi</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/penetrasi/'>penetrasi</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/promotor/'>promotor</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/sikap/'>sikap</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/wartawan/'>wartawan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airputihku.wordpress.com/1044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airputihku.wordpress.com/1044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airputihku.wordpress.com/1044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airputihku.wordpress.com/1044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airputihku.wordpress.com/1044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airputihku.wordpress.com/1044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airputihku.wordpress.com/1044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airputihku.wordpress.com/1044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airputihku.wordpress.com/1044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airputihku.wordpress.com/1044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airputihku.wordpress.com/1044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airputihku.wordpress.com/1044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airputihku.wordpress.com/1044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airputihku.wordpress.com/1044/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1044&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/11/sikap-yang-harus-diambil-untuk-promotor-yang-selalu-meremehkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/efa85eaaf98f194d1fbb8acf6ae9d7b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">airputihku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seksualitas dan Musikalitas : Quo Vadis Musisi [Yang] Lesbian dan Gay [1]</title>
		<link>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/06/seksualitas-dan-musikalitas-quo-vadis-musisi-yang-lesbian-dan-gay-1/</link>
		<comments>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/06/seksualitas-dan-musikalitas-quo-vadis-musisi-yang-lesbian-dan-gay-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 18:34:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[TentangKEBEBASAN]]></category>
		<category><![CDATA[TentangMUSIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airputihku.wordpress.com/?p=1041</guid>
		<description><![CDATA[Musisi Dengan Orientasi Seksual Berbeda Menurut American Academy of Pediatrics dalam Pediatrics pada tahun 2004, orientasi seksual tidak ditentukan oleh satu faktor, tetapi oleh gabungan pengaruh genetik, hormon, dan lingkungan. Dalam beberapa dekade terakhir, teori-teori biologi telah dikemukakan para ahli. Tetapi, tetap menjadi kontroversi dan tidak pasti tentang asal-usul ragam orientasi seksual manusia, tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1041&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;"><strong>Musisi Dengan Orientasi Seksual Berbeda</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Menurut <a title="American Academy of Pediatrics (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=American_Academy_of_Pediatrics&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#993300;">American Academy of Pediatrics</span></a> dalam <a title="Pediatrics (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pediatrics&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#993300;">Pediatrics</span></a> pada tahun 2004, orientasi seksual tidak ditentukan oleh satu faktor, tetapi oleh gabungan pengaruh genetik, hormon, dan lingkungan. Dalam beberapa dekade terakhir, teori-teori biologi telah dikemukakan para ahli. Tetapi, tetap menjadi kontroversi dan tidak pasti tentang asal-usul ragam orientasi seksual manusia, tidak ada bukti ilmiah bahwa kelainan pola asuh, pelecehan seksual, atau sejarah hidup buruk lainnya mempengaruhi orientasi seksual. Pengetahuan saat ini berpendapat bahwa orientasi seksual biasanya dibentuk selama usia dini</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Dengan ambiguitas masyarakat Indonesia tentang perbedaan orientasi itu, banyak musisi yang sejatinya berada di “area berbeda” itu, tidak berani teranga-terangan menyatakan dirinya. Meski belakangan –khususnya Jakarta—keberanian untuk menampilkan jatidirinya semakin membuka.  Walaupun untuk kalangan public figure –lebih khusus musisi&#8211; tidak banyak yang terang-terangan mengaku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Dalam kacamata <strong>Makki Parikesit</strong>, basis Ungu, masyarakat Indonesia secara umum masih memilik sikap dualisme dengan hal-hal seperti itu. “<em>Masyarakat kita ini kadang-kadang lucu. Menyukai musik dan lagunya, tapi kelak kalau tahu dia gay atau lesbi, tiba-tiba langsung dijauhi semua. Padahal kan sebenarnya tidak boleh seperti itu</em>,” ucapnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Mengaku tidak terlalu banyak tahu siapa yang dianggap “menyimpang” itu, Makki tidak pernah jaga jarak dengan kawan atau musisi lain yang punya orientasi berbeda itu. “<em>Orientasi seksual tidak pernah menjadi pertimbangan untuk berteman</em>,” tegasnya sembari menyebut satu penyanyi muda terkenal yang menurutnya adalah gay.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Kerap muncul pertanyaan, apakah ada perbedaan kinerja dan kreativitas musisi yang lesbian atau gay dengan musisi yang dalam pandangan orang, normal-normal saja?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Dimas –sebut saja begitu—seorang pekerja di industri musik mengatakan, ”<em>Aku sih pernah merasakan bekerja di dunia yang dipenuhi dengan orang-orang yang dianggap berbeda itu, dan jujur saja banyak ide-ide aneh dan menarik yang bermunculan. Itu menarik banget, berbeda dengan mereka yang mengklaim dirinya tidak berbeda</em>,” jelasnya<strong>. </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Dimas bercerita, awalnya dirinya adalah normal seperti laki-laki lainnya. Sampai kemudian masuk dalam sebuah pekerjaan yang disukainya, tapi –dalam istilahnya adalah pusat—dari dunia gay dan <em>cong. </em>“<em>Sebenarnya lebih karena lingkungan dan saya akhirnya masuk dalam lingkungan itu. Ketika pindah kerja pun, lagi-lagi bertemu dengan komunitas itu</em>,” ujarnya sembari mengatakan, di kantornya sekarang tidak ada pembedaan soal orientasi seksual.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Dimas yang laki-laki,  menyatakan dirinya bukan gay, “tapi suka laki-laki” –ooops, lalu apa namanya. “<em>Jujur saja, kamu bisa tanya kepada siapa saja. Kantor yang ada cong-nya, pasti lebih berwarna</em>,” imbuh cowok memilih pria lokal ketimbang orang luar sebagai pasangannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Hal hampir senada juga diungkapkan oleh seorang <strong>Dika ADA Band</strong>. Menurutnya, persoalan orientasi seksual tidak akan berpengaruh ke karya. Dalam kacamata basis lawas ini, orang juga harus fair melihat karya, terlepas dari perbedaan yang ada. “<em>Tapi</em> itu <em>masih sulit di</em> <em>Indonesia,”</em> jelasnya. Dika menambahkan, malah ada beberapa karya yang menurutnya punya <em>sense of art</em> lebih dibanding orang biasa. “<em>Misalnya sebuah karya yang maskulin, terasa lebih manis kalau ada unsur feminis dalam aransemennya</em>,” imbuhnya.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangkebebasan/'>TentangKEBEBASAN</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangmusik/'>TentangMUSIK</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airputihku.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airputihku.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airputihku.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airputihku.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airputihku.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airputihku.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airputihku.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airputihku.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airputihku.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airputihku.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airputihku.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airputihku.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airputihku.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airputihku.wordpress.com/1041/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1041&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/06/seksualitas-dan-musikalitas-quo-vadis-musisi-yang-lesbian-dan-gay-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/efa85eaaf98f194d1fbb8acf6ae9d7b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">airputihku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seksualitas dan Musikalitas : Quo Vadis Musisi [Yang] Lesbian dan Gay [2]</title>
		<link>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/06/seksualitas-dan-musikalitas-quo-vadis-musisi-yang-lesbian-dan-gay-2/</link>
		<comments>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/06/seksualitas-dan-musikalitas-quo-vadis-musisi-yang-lesbian-dan-gay-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 18:31:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[TentangKEBEBASAN]]></category>
		<category><![CDATA[TentangMUSIK]]></category>
		<category><![CDATA[musisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airputihku.wordpress.com/?p=1038</guid>
		<description><![CDATA[ Lingkungan, Pembentuk Orientasi Berbeda? Banyak orang yang merasakan ketertarikan kepada anggota jenis kelamin sama memiliki fase coming out dalam kehidupan mereka. Umumnya, coming out digambarkan dalam tiga fase.  Fase pertama adalah fase &#8220;mengenali diri&#8221;, dimana muncul kesadaran bahwa ia terbuka untuk hubungan sesama jenis. Fase ini sering digambarkan sebagai coming out yang bersifat internal. Tahap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1038&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"> <span style="color:#800000;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Lingkungan, Pembentuk Orientasi Berbeda?</span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Banyak orang yang merasakan ketertarikan kepada anggota jenis kelamin sama memiliki fase <em>coming out</em> dalam kehidupan mereka. Umumnya, <em>coming out</em> digambarkan dalam tiga fase.  Fase <em>pertama</em> adalah fase &#8220;mengenali diri&#8221;, dimana muncul kesadaran bahwa ia terbuka untuk hubungan sesama jenis. Fase ini sering digambarkan sebagai <em>coming out</em> yang bersifat internal. Tahap <em>kedua</em> melibatkan keputusan untuk terbuka kepada orang lain, misalnya keluarga, teman, dan atau kolega.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Tahap <em>ketiga</em> mencakup hidup secara terbuka sebagai orang yang berbeda orientasi. Di Amerika Serikat saat ini, orang sering <em>come out</em> di usia sekolah menengah atas atau kuliah. Pada usia ini, mereka mungkin tidak percaya atau meminta bantuan dari orang lain, terutama ketika orientasi mereka tidak diterima di masyarakat. Terkadang keluarga mereka sendiri bahkan tidak diberitahu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Menurut Rosario, Schrimshaw, Hunter, Braun [2006], &#8220;Perkembangan identitas seksual lesbian, gay, atau biseksual adalah suatu proses yang kompleks dan seringkali sulit. Tidak seperti anggota kelompok minoritas lainnya [misalnya, minoritas etnis dan ras], sebagian besar individu ini tidak dibesarkan dalam komunitas serupa dimana mereka dapat belajar tentang identitasnya dan mematangkan dan mendukung identitas itu. Sebaliknya, individu ini sering dibesarkan dalam komunitas yang abai atau secara terbuka memusuhi homoseksualitas dan lesbian.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Sementara yang disebut <em>outing</em> adalah upaya membongkar orientasi seksual seorang yang tertutup. Politisi terkenal, selebriti, kalangan dinas militer, dan anggota ulama telah &#8220;dibongkar&#8221; dengan motif mulai dari benci hingga ke alasan politik atau keyakinan moral. Banyak yang berkomentar menentang keras praktik ini, sementara beberapa di antaranya mendorong tokoh masyarakat yang &#8220;dibongkar&#8221; untuk menggunakan pengaruh mereka menyakiti gay atau lesbian lainnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">“<em>Dengan semua ketakutan itu, saya bisa mengerti kalau kawan-kawan musisi yang gay atau lesbian itu, tidak punya keberanian untuk mengungkapkan jatidirinya</em>,” imbuh Makki, yang tak pernah jaga jarak dengan kawan-kawan musisi yang diketahuinya gay atau lesbian.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangkebebasan/'>TentangKEBEBASAN</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangmusik/'>TentangMUSIK</a> Tagged: <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musisi/'>musisi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airputihku.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airputihku.wordpress.com/1038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airputihku.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airputihku.wordpress.com/1038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airputihku.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airputihku.wordpress.com/1038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airputihku.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airputihku.wordpress.com/1038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airputihku.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airputihku.wordpress.com/1038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airputihku.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airputihku.wordpress.com/1038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airputihku.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airputihku.wordpress.com/1038/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1038&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/06/seksualitas-dan-musikalitas-quo-vadis-musisi-yang-lesbian-dan-gay-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/efa85eaaf98f194d1fbb8acf6ae9d7b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">airputihku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seksualitas dan Musikalitas : Quo Vadis Musisi [Yang] Lesbian dan Gay [3]</title>
		<link>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/06/seksualitas-dan-musikalitas-quo-vadis-musisi-yang-lesbian-dan-gay-3/</link>
		<comments>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/06/seksualitas-dan-musikalitas-quo-vadis-musisi-yang-lesbian-dan-gay-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 18:28:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[TentangKEBEBASAN]]></category>
		<category><![CDATA[TentangMUSIK]]></category>
		<category><![CDATA[kekar]]></category>
		<category><![CDATA[musisi indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airputihku.wordpress.com/?p=1035</guid>
		<description><![CDATA[Apa Kabar Musisi Gay dan Lesbian di Indonesia? Kalau Kita buka di internet, memang banyak nama yang disebut-sebut sebagai selebritis atau artis yang gay atau lesbian. Tentu saja hal itu jadi rancu karena berdasarkan rumor semata dan tidak jelas sumbernya. Tapi benarkah ada musisi Indonesia yang begitu ya? Menelusurinya jelas bukan perkara mudah. Perlu akses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1035&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Apa Kabar Musisi Gay dan Lesbian di Indonesia?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau Kita buka di internet, memang banyak nama yang disebut-sebut sebagai selebritis atau artis yang gay atau lesbian. Tentu saja hal itu jadi rancu karena berdasarkan rumor semata dan tidak jelas sumbernya. Tapi benarkah ada musisi Indonesia yang begitu ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Menelusurinya jelas bukan perkara mudah. Perlu akses dan orang-orang tertentu yang mau blak-blakan dan terbuka dengan kondisi riilnya.  Beruntunglah penulis  menemukan sosok yang berada di lingkungan artis itu, pernah menjadi “pacar” beberapa musisi ngetop dan mau terbuka dengan kisah-kisahnya. “<em>Saya mau saja dibuka dan ditulis komplit, tapi saya kan harus memikirkan kawan-kawan yang mungkin belum siap. Tapi fenomena itu memang ada dan banyak kok,”</em> terang Hendrik [nama samara].</p>
<p style="text-align:justify;">Pria berbadan kekar ini mengaku sempat “jadian” dengan musisi  terkenal yang sampai sekarang masih eksis dan sering tampil di televisi. “<em>Di lingkungan kita, orangnya itu-itu saja, jadi siapa pacaran dengan siapa biasanya akan cepet tersebar. Paling tidak diantara kita sendiri</em>,” ujar Hendrik, yang sempat lama jadi pengajar vokal di beberapa sekolah musik ternama di Indonesia seperti Purwa Caraka, dan Bertha.</p>
<p style="text-align:justify;">Hendri sendiri mengaku sempat lama jalan dengan musisi yang ngetop itu. <em>“Dia orangnya baik dan sampai sekarang meskipun kita sudah putus tapi kalau ketemu masih negor. Biasanya di dunia sepeti ini, kalau sudah putus bisa diam-diaman,”</em> imbuh jebolan sekolah vocal Pranadjaya yang gaya bicaranya lembut ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa dia? Hendrik menyebut nama, meski wanti-wanti inisialnya saja yang ditulis, tapi cirinya mudah ditebak sebenarnya. “<em>Dia masih aktif dan sering tampil sebagai band pengiring di banyak acara televisi kok</em>,” celetuk Hendrik yang mengaku sempat ‘pacaran’ sekitar 5 bulan dengan musisi tersebut.  Hendrik kemudian membeber nama-nama besar musisi Indonesia yang secara faktual adalah gay atau lesbian.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Hendrik, gay atau lesbian itu sebenarnya makhluk yang diberi kelebih lain oleh pencipta. “<em>Mereka biasanya punya intuisi yang lebih tajam dibanding para pengaku normal,”</em> imbuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Oh ya, jujur saja, penulis pun sempat terkejut melihat nama-nama yang disodorkan oleh Hendrik tersebut.  Bagaimana tidak, yang disebut oleh Hendrik adalah sosok yang selama ini nyaris bersih, meski ada beberapa yang sebenarnya sudah banyak beredar di kalangan terbatas.  Siapa saja mereka yang disebut oleh Hendrik?</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>GY – </strong>Mungkin tidak terlalu terkenal di kalangan musisi nasional, cowok yang kerap menjadi backing vocal perhelatan-perhelaan besar musik ini, pernah dua tahun ‘pacaran’ dengan Hendrik.</li>
<li><strong>TNS –</strong> Lagu-lagu ciptaannya banyak yang jadi hits. Pria ini tidak pernah tampil atau jarang muncul di publik. Tapi banyak penyanyi yang meminta lagunya.</li>
<li><strong>AS –</strong> Dia termasuk nama besar di musik Indonesia. Sebelum menikah dan punya anak, dia adalah pemuja laki-laki. Sekarang –dalam istilah Hendrik—sudah ‘berobat jalan’ dan sembuh.</li>
<li><strong>BS –</strong> Sempat dikenal publik, meski tidak terlalu lama. Di kalangan <em>gay, </em>nama pria yang beberapa kali jadi presenter ini termasuk laris manis.</li>
<li><strong>FP –</strong> Imej religiusnya, membuat saya benar-benar terhenyak dan bengong. Kalau benar-benar tidak berbicara dengan mantan ‘pacarnya’ – tentu saja laki-laki, saya tidak akan pernah percaya.</li>
<li><strong>FBN –</strong> Termasuk penyanyi baru yang karirnya sedang menanjak pelan-pelan. Hendrik mengatakan, ‘brondong’ ini banyak jadi incaran <em>gay</em> lainnya.</li>
<li><strong>IM – </strong>Perempuan ini sebenarnya penyanyi lama dan menikah. Tapi siapa nyana, pertemuan-pertemuan di kalangan lesbian adalan santapannya.</li>
<li><strong>AO – </strong>Nama ini karirnya sedang membubung tinggi. Maklum, selain karena talenta bagus, pria ini juga lulusan sekolah musik luar yang cukup bergengsi.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa nama besar lainnya yang disebut-sebut, tapi banyak juga yang sudah santer bereda di masyarakat. Malah ada yang sempat pacaran sesama artis yang <em>gay</em> atau lesbian.</p>
<br />Filed under: <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangkebebasan/'>TentangKEBEBASAN</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangmusik/'>TentangMUSIK</a> Tagged: <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/kekar/'>kekar</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musisi-indonesia/'>musisi indonesia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airputihku.wordpress.com/1035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airputihku.wordpress.com/1035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airputihku.wordpress.com/1035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airputihku.wordpress.com/1035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airputihku.wordpress.com/1035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airputihku.wordpress.com/1035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airputihku.wordpress.com/1035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airputihku.wordpress.com/1035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airputihku.wordpress.com/1035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airputihku.wordpress.com/1035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airputihku.wordpress.com/1035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airputihku.wordpress.com/1035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airputihku.wordpress.com/1035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airputihku.wordpress.com/1035/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1035&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/06/seksualitas-dan-musikalitas-quo-vadis-musisi-yang-lesbian-dan-gay-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/efa85eaaf98f194d1fbb8acf6ae9d7b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">airputihku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seksualitas dan Musikalitas : Quo Vadis Musisi [Yang] Lesbian dan Gay [4]</title>
		<link>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/06/seksualitas-dan-musikalitas-quo-vadis-musisi-yang-lesbian-dan-gay-4/</link>
		<comments>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/06/seksualitas-dan-musikalitas-quo-vadis-musisi-yang-lesbian-dan-gay-4/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 18:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[TentangKEBEBASAN]]></category>
		<category><![CDATA[TentangMUSIK]]></category>
		<category><![CDATA[gay]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lesbian]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[musisi]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://airputihku.wordpress.com/?p=1033</guid>
		<description><![CDATA[Hubungan Karya dan Orientasi Seksualnya Musisi gay dan lesbian menanggung risiko bunuh diri, penyalahgunaan obat, masalah sekolah, dan isolasi yang lebih besar karena &#8220;lingkungan yang tidak bersahabat dan penuh cela, adanya pelecehan verbal dan fisik, penolakan dan isolasi dari keluarga dan teman seprofesi&#8221;. Tapi sejujurnya, beberapa musisi yang penulis hubungi, tidak pernah mempermasalahkan karya-karya mereka. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1033&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Hubungan Karya dan Orientasi Seksualnya</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Musisi gay dan lesbian menanggung risiko bunuh diri, penyalahgunaan obat, masalah sekolah, dan isolasi yang lebih besar karena &#8220;lingkungan yang tidak bersahabat dan penuh cela, adanya pelecehan verbal dan fisik, penolakan dan isolasi dari keluarga dan teman seprofesi&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi sejujurnya, beberapa musisi yang penulis hubungi, tidak pernah mempermasalahkan karya-karya mereka. Malah beberapa diantaranya memuji punya <em>taste </em>yang unik dan menarik, lantaran ada sentuhan feminism dalam ciptaanya. <em>“Itu yang kita tidak punya loh</em>,” ujar Makki ‘Ungu’.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi gay dan lesbian  di Indonesia bukanlah pilihan mudah; dijauhi keluarga, dicemooh teman seprofesi, dianggap lingkungan sebagai tidak bermoral,  atau di janjikan sebagai penghuni neraka jahanam oleh beberapa kalangan yang merasa yakin surga hanya milik mereka. Tak heran, banyak yang masih menutup diri dengan kondisi nyatanya, termasuk di kalangan musisi.</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Penerimaan orang beda-beda ya. Ada yang langsung jaga jarak, tapi ada yang cuek saja karena yang penting adalah karya</em>,” kata <strong>Ully Dalimunthe</strong>, drummer dgank dan produser beberapa band ketika dihubungi penulis.  Sementara dalam kacamata Dika ADA Band, industri musik dan hiburan di Indonesia, sebenarnya juga tidak menolak. “<em>Secara tidak langsung, industri music dan hiburan di Indonesia dan banyakmenggunakan jasa mereka. Kemudian mengakomodir penampilan mereka, meski dengan balutan yang macam-macam supaya tidak kentara</em>,” paparnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Gay, lesbian, normal, atau tidak punya orientasi sama sekali, adalah pilihan. Kita tidak boleh menjadi “hakim” atas pilihan-plilihan itu. Bermusik adalah karya. Siapapun penciptanya, karya itu patut diapresiasi dan mendapat penghargaan yang setara. Dan musik tidak pernah menolak perbedaan apapun.</p>
<br />Filed under: <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangkebebasan/'>TentangKEBEBASAN</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/category/tentangmusik/'>TentangMUSIK</a> Tagged: <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/gay/'>gay</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/lesbian/'>lesbian</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musik/'>musik</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/musisi/'>musisi</a>, <a href='http://airputihku.wordpress.com/tag/seks/'>seks</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/airputihku.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/airputihku.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/airputihku.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/airputihku.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/airputihku.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/airputihku.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/airputihku.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/airputihku.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/airputihku.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/airputihku.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/airputihku.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/airputihku.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/airputihku.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/airputihku.wordpress.com/1033/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=airputihku.wordpress.com&amp;blog=6927222&amp;post=1033&amp;subd=airputihku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://airputihku.wordpress.com/2012/01/06/seksualitas-dan-musikalitas-quo-vadis-musisi-yang-lesbian-dan-gay-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/efa85eaaf98f194d1fbb8acf6ae9d7b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">airputihku</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
