SEBAGAI MUSISI, pernah Anda mendapat review asem atau resensi buruk dari media, blogger atau pengamat musik mungkin tentang karya yang sudah Anda ciptakan? Saya yakin, PASTI PERNAH jawabnya. Apa reaksi Anda? Merobek tulisan di media yang menulis buruk?

Mencari penulisnya dan kemudian mengajak berdebat soal kualitas karya Anda dengen emosi meledak-ledak? Atau kemudian menganggap angin lalu saja, karena menganggap si penulis review itu “tidak tahu apa-apa” alias kapasitasnya masih dibawah dirinya sendiri?

Reaksi yang wajar ketika kita berpikir betapa susah payahnya membuat karya, tapi ketika jadi dan dilepas ke pasaran, ternyata review-nya mengejutkan dan membuat down. Dan ketika emosi itu tersulut, sebenarnya Anda malah membenarkan apa yang ditulis dari sisi karakter.

Banyak musisi yang “sedih” dengan kualitas review dan tulisan wartawan [entah khusus musik, entah hiburan], yang dianggap tidak memadai. Tapi di sisi sebaliknya, banyak wartawan juga “sedih” dengan kualitas musisi yang ketika mendapat catatan kurang bagus, langsung meluapkan “arogansinya” dengan menganggap wartawan itu tidak tahu apa-apa. “Manis” sekali anggapan itu bukan?

Lalu bagaimana sebaiknya menghadapi hal-hal mengejutkan itu, apalagi untuk Anda yang baru masuk dan menjejali industri musik dengan mimpi-mimpi yang indah. Ketika ternyata tak seindah warna aslinya,  langsung ngedrop.  Sebenarnya ada kiat atau trik untuk menghadapi situasi seperti itu. Saya akan membeberkan “bocoran” itu. Inilah sikap yang sebenarnya diinginkan wartawan kepada musisi.

 1.     Tenang dan Telaah

Jangan emosi dan tetap tenang. Baca semua catatan, kritik, celaan atau bahkan rekomendasi yang menyesakkan dari tulisan itu. Beri catatan juga atas tulisan itu. Karena nanti bisa dipakai untuk menjelaskan lagi ketika ada pertanyaan serupa di event yang berbeda.  Review buruk dan pujian, mungkin adalah bagian yang harus Anda lewati. Jangan diasumsikan “dunia” membenci musik Anda ketika resensi atau review buruk itu muncul. Justru pakailah itu sebagai kartus as untuk muncul dengan lebih baik. Pelajar dan coba lihat dari perspektif yang dewasa, tenang dan lebih baik.

 2.     Pisahkan Fakta dan Opini Dalam Tulisan itu

Setelah Anda merasa tenang dan bisa mengevaluasi dengan baik, tenang dan sabar, periksa lagi apa saja yang menjadi catatan kritis si penulis itu. Pisahkan fakta dan opin dalam tulisan tersebut. Tidak sedikit tulisan yang memberikan kritik konstruktif dan membuat si artis lebih belajar.  Tapi kalau tidak ada tinjauan kritis, kemudian cenderung memaki dan tidak menunjukkan kelemahan dan kelebihan dari karya Anda, mungkin anggapan Anda tentang kualitas penulis itu benar. Tapi hati-hati, mungkin juga karya Anda memang “busuk” dan perlu ditelanjangi dengan maksimal.

 3. Konsultasikan Dengan Personil Lain atau Manajemen Anda

Jika band Anda punya manajemen yang kompeten [atau label mungkin?] yang bisa diajak berdiskui, segera bicarakan dan cari solusi terbaik. Jangan mencoba mengambil keputusan sendiri yang nanti. Bagaimana sebaiknya mencari hal terbaik untuk menunjukkn kualitas dan performa yang baik dan lebih baik. Yang menarik, review buruk itu harus Anda proyeksikan sebagai perbaikan di masa depan. Kalau mencak-mencak tidak karuan, Anda memang buruk artinya! Sekadar penghiburan: banyak album atau single yang direview buruk, malah mengalami kesuksesan yang tidak pernah dibayangkan. Bahkan oleh penulis review-nya.