MENJADI musisi sebenarnya harus siap dengan semua hal. Apalagi kalau kemudian sudah terekrut oleh industri mainstream, mau tidak mau dia harus punya paket komplit. Maksudnya adalah, kualitas musikal, karya yang apik dan cara “memperkenalkan” diri kepada khalayak. Itu relasinya dengan fashion, cara berbicara dan perilaku. Cara berbicara yang tepat, pas dan cerdas, akan membentuk pandangan public bahwa dia memang layak, siap dan punya kualitas untuk masuk ke persaingan industrial itu. 

Sayangnya, banyak musisi yang bahkan sampai merilis beberapa album pun, masih kesulitan untuk menyampaikan pesan lagu atau karyanya dengan tepat. Ketika diwawancara pun, mereka terbata-bata menjelaskan apa materi yang sudah mereka ciptakan itu.  Mengapa begitu?

Menyimak beberapa literatur yang membahas tentang musisi luarnegeri, ternyata mereka memang dipersiapkan secara komplit. Bahkan cara duduk, gerakan tangan, hingga bahasa tubuh masuk riset untuk diperbaiki. Memang perlu ongkos yang tidak sedikit, tapi hasilnya memang bagus. Mereka bisa bicara dengan imej yang ingin dikembangkan. Dan konsistensi itulah yang menarik untuk dipelajari.

Mungkin musisik itu jago main gitar, drum, kibor atau apapun alat musik yang ada di dunia ini, tapi ketika tidak dapat berbicara dengan baik dan benar, tentu akan “menganggu” penyampaian pesan kepada public. Buat saya, musik adalah bentuk komunikasi, ketika bisa memainkan alat musik, buat saya sehaarusnya juga bisa bicara pada public dengan baik.  Anda sudah memiliki keahlian yang relevan, tinggal menyinergikan dengan public speaking yang pas.

Dari beberapa tahun melakukan coaching kepada banyak band dan solois, ada beberapa benang merah yang saya tangkap, soal kemampuan mereka bicara di depan public [atau wartawan].  Kalau kemudia saya mencoba menyarikan beberapa diantaranya, ini hanya pengantar saja. Karena kemampuan itu harus dipuluk dan dilatih oleh musisi itu sendiri. Saya meyakini, tidak ada manusia yang tidak bisa menjelaskan dirinya sendiri.

1. Berlatih terus, seolah sedang mempersiapkan karya terbesarmu. Kalau Anda penyuka musik klasik ala Beethoven atau rock klasik parsial seperti The Beatles, pasti tahu bagaimana njlimetnya ketika latihan pertama kali. Tapi ketika fokus dan berlatih dengan benar-benar, akhirnya Anda bisa melakukannya dengan baik. Begitu pula kemampan berbicara. Fokus dan berlatih terus menerus dengan topic yang ingin Anda sampaikan akan sangat membantu kemampuan itu.  Praktik berbicara seperti Anda akan berlatih Bach, Beethoven, The Beatles, atau mungkin Queen, akan mengubah public speaking Anda.

2. Perlakukan Kemampuan Anda, seolah sedang bersiap konser besar.  Anda tahu, penonton konser sekarang tidak hanya melihat kemampuan musikal saja, tapi juga ingin tahu kronologis karya Anda. Ketika tidak bisa menjelaskan dengan baik, jangan salahkan mereka kalau memilih pergi dan meninggalkan konser Anda. Andaikan saja bicara itu seperti tempo dalam musik.

3. Improvisasi.  Kemampuan bicara Anda tidak boleh tergantung pada teks yang Anda pegang dan kemudian Anda baca. Anda harus tahu bagaimana saatnya untuk berimprovisasi. Tidak hanya bisa merencanakan, tetapi Anda dapat berimprovisasi. Anda dapat memainkan solo jazz seperti Louis Armstrong, gitar rip seperti Jimi Hendrix. Pikirkan tentang pertanyaan atau obrolan dadakan dengan cara yang sama, dan Anda akan berbicara seperti Abraham Lincoln atau Winston Churchill. Intinya, kemampuan itu harus disertai kemampuan menganalisa penonton dan keinginannya.

4.  Dinamis. Anda harus jadi orang yang pandai memainkan emosi penonton. Kebanyakan orang berbicara dengan nada monoton yang membosankan. Anda tahu bahwa Anda membutuhkan louds dan softs. Permainan emosi seperti itu akan membuat penonton berrtahan dan menanti permainan emosi Anda selanjutnya. Memang yang paling penting, Anda tahu bagaimana untuk bermain emosi itu.

5.  Memahami Audiens. Tahu geografis dan siapa penonton atau wartawan yang sedang dihadapi. Hal itu akan sangat membantu bagaimana kemampuan Anda berbicara dengan baik dan benar dan menyenangkan.  Tidak asa bicara, tidak asa ngejeplak seperti yang banyak dilakukan musisi anyar kinyis-kinyis sekarang ini.

Seperti yang saya bilang, apa yang saya jabarkan di atas adalah pengejawantahan dari apa yang saya lihat, dengar, rasakan dan kemudian saya tuangkan dalam beberapa tools ini. Kemampuan berbicara yang baik dan benar itu akan  makin baik kalau mau belajar dan terus belajar. Kalau sudah merasa jago, merasa tidak perlu belajar dan berlatih, kemudian menganggap orang lain  tidak cukup mengerti dengan karyanya, silakan terjun ke laut saja.