Betul, judul yang saya tulis itu memang sumir. Terserah Anda memberi isian apa. Tapi sebelum berasumsi tentang isi yang tepat dalam kotak, bagaimana kalau kita sama-sama belajar perilaku terbalik dari yang terbaik? Ketika semua orang berusahan memberikan resolusi yang menarik, [seolah] baik, kita coba jujur dengan sisi superego kita. Berani? 

"invasi alter ego, sekarang sedang bermunculan di semua lini kemanusiaan."
invasi alter ego, sekarang sedang bermunculan di semua lini kemanusiaan.”

SAYA memang tidak sedang mengajak Anda semua untuk “memberontak” terhadap kebaikan, [mungkin] kejujuran. Tapi saya hanya ingin mengajak kita untuk melihat sisi “apa adanya” di kepala kita, sehingga sisi “hitamnya” pun terlihat. Mengapa? Karena selama ini kita dijejali mimpi-mimpi inda tentang gal baik dan kebaikan, tapi sebenarnya kita tidak jujur bahwa diri kita sebenarnya juga ada superego yang meletup ingin keluar.

Ini memang seperti melawan arus. Seperti berpikir terbalik, dan menjadi hal yang tidak lazim dilakukan. Itulah mengapa judul tulisan saya buat seperti itu, karena kita bebas mengisi dan ingin menjadi apa.

Ba-[??]-ngan adalah sebuah anomali, sebuah paradoksal tentang perilaku kita sehari-hari. Saya mungkin senang terlihat baik dimata orang-orang, tapi mungkin juga saya menyimpan ketidakbaikan yang saya sembunyikan. Kalau bahasa sekarang disebut “pencitraan”. Tapi terserah saja, bagaimana Anda mau melihatnya.

Kita sebenarnya adalah antithesis dari kehidupan. Kita adalah keindahan dalam ketidakindahan, tapi sebaliknya, kita juga kerap menjadi ketidakindahan dalam sebuah keindahan. Kita menjadi kebaikan dari alur kejahatan yang merajalela, tapi kita juga menjadi kejahatan [mungkin tanoa kita sadari], dari sebuah parade kebaikan [yang mungkin pura-pura].

Setiap kebaikan yang kita tebar, sebenarnya langsung “berperang” dengan ketidakbaikan yang juga menyertai. Selalu ada konsekuensi logis yang jadi antithesis. Meski sebenarnya siapapun bisa mengabaikan itu, kapan pun dia mau. Ba-[??]-ngan bukan seperti yang Anda bayangkan. Kata yang mungkin saja bisa Anda terjemahkan salah dalam hidup Anda.

Bagaimana kalau kita membuat resolusi yang “menyakitkan” seperti belajar jadi orang munafik, jadi pembohong, jadi penipu, seenaknya, tanpa toleransi dan tanpa belas kasihan? Apakah yang akan Anda isi dengan kolom tanya tanya di ba-[??]-ngan itu?

Anda yang muak dengan kebaikan pura-pura, kerendahhatian pura-pura, atau ibadah pura-pura, silakan menjadi bagian dari ba-[??]-ngan movement. Tidak ada jaminan kemudian ada perubahan revolusioner, tapi berdiam diri, memutuskan menjadi “pertapa kemanusiaan” dan menggerakkan antithesis kebaikan untuk meliat manusia lain, rasanya bisa jadi solusi “hitam-putih” melihat manusia lain lebih utuh, tidak sumir.