Pergerakan kehidupan zaman sekarang terasa cepat. Tak melulu di kota besar dan kaum urban, tapi juga menembus kultural pinggiran yang biasanya lambat tersentuh. Kesalahannya adalah, meluruhkan sikap dan karakter andhap asor yang selama ini tak bergeming dibanggakan. Bagian dari permisifisme?

ANDHAP ASOR secara kultural adalah budaya Jawa yang lahir karena perilalu masyarakat yang dekat dan gemar tolong menolong. Mengapa kemudian menjadi masiv dan diterima sebagai pola perilaku yang “wajib” dianut? Berkaca pada sejarahnya, zaman dulu sifat andap asor atau rendah hati amat dianjurkan kepada kaum muda di kalangan kraton, baik kepada para pangeran [anak raja], sentana dalem [keturunan raja], dan para abdi dalem [punggawa, pegawai kraton]. Kemudian berkembang menjadi jatidiri, khususnya Suku Jawa.

"Jangan sampai sikap rendah hatti atau andhap asor, meluntur"
“Jangan sampai sikap rendah hatti atau andhap asor, meluntur”

Nukilan sejarah itu, akan berhenti jadi sejarah saja ketika perilaku dan karakter andhap asor yang mengajarkan toleransi, pluralisme, dan kesetaraan kepada manusia lain itu, luntur. Malah kalau kemudian hilang sama sekali, akan jadi sebuah ‘bencana perilaku’ yang jelas mengkuatirkan. Bagi kaum muda, di zaman ini, andhap asor dibuang, bersifat tinggi hati, suka omong kosong tanpa nilai, dan kementhus.

Di Jakarta [dan kota-kota besar lainnya], luruhnya andhap asor ini sudah jadi gejala sistematis. Kita dipertontonkan dengan perilaku-perilaku begajulan, pamer kekuasaan, dan rendahnya mutu kemanusiaan. Hidup di kita besar, seperti berhadapan dengan malaikat pencabut nyawa dalam banyak wujud. Simak saja berita yang kita tonton atau baca: tawuran, pembunuhan, penganiayaan, pelecehan dan akal-akalan. Apakah manusia sekarang sedang berada di derajat toleransi terendah?

Ketika kemudian ada seseorang atau banyak orang yang “menyempal” dan memilih berada di luar kemapanan, dia akan terlihat aneh. Ketika seseorang menawarkan kebaikan [yang tulus], justru akan dicurigai punya motif atau modus.

Lalu dimana posisi andhap asor sekarang ini? Saya masih menemukannya di banyak tempat, meski kuantitasnya mulai merosot. Saya sendiri belajar untuk mempertahankannya, meski kadang-kadang terpeleset juga. Jelas saya ketakutan, kalau kelak menemukan andhap asor berada di deretan terbawah dari perilaku yang kudu dianut.

Andhap asor, makin meringis nasibmu…