Bekerjasama dengan professional, membuat band-band yang masuk dalam Kompilasi MUSIKINI VOL. 1 mendapat banyak pelajaran penting. Salah satunya: disiplin waktu. Sunday Sad Story [SSS], menjadi band pertama yang kebagian syuting video klip bareng sutradara Dedi Ginanjar Reksawardana dari Jakarta.

Sunday Sad Story -- Foto: Pepen
                                                         Sunday Sad Story — Foto: Pepen

BAND pengusung metalcore ini menitipkan lagu ‘Confession’ dalam kompilasi berskala nasional ini. Yang menarik dari lagu ini, meski terkesan gahar, tapi sejatinya liriknya masih bisa dinikmati dan punya ikatan emosional dengan pendengarnya. Kalau itu adalah cerita nyata, pasti akan lebih emosional. Mereka memilih konsep yang simple dan menonjolkan aura band-nya dalam klip yang digarap dengan teknik layar lebar ini. Tak ada jalan cerita layaknya drama atau film pendek.

Band berawak Adit [gitar], Almando [gitar], Bondan [bass], Antok [drum], dan Reza [vocal] ini memilih lokasi syuting di Kampung Wisata Lembah Kalipancur Semarang. Dengan latar belakang di satu pesawat terbang [ini beneran pesawat, bukan property syuting], SSS menggebrak dengan karakter musikalnya yang gahar.

Mas Dedi keren dan ngelihat peralatannya saja kita sudah ndomblong. Pas syuting ternyata professional, jadi kita juga syutingnya juga semangat,” kata Reza, mewakili kawan-kawannya di SSS.

Mereka memulai persiapan sekitar pukul 13.000 WIB. Nyaris tidak ada waktu kosong, karena semua dikerjakan dengan efektif.  Mulai take pertama sekitar pukul 16.30 WIB di hangar atau outdoor. Sekitar pukul 21.00 WIB setting berpindah ke dalam pesawat. Dengan kostum warna biru Polandia tahun 1920an, SSS menjelma jadi band gahar yang “masuk” dalam aura kekinian.

Sunday Sad Story, Kalipancur Semarang -- Foto: Pepen

Pelajaran dan hal menarik di hari pertama menurut Pepen Bluez, Koordinator Lapangan untuk Video Klip ini adalah: semua dikerjakan dengan professional, disiplin waktu, dan strategi syuting yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. “Kami pikir dari siang sampai sore, tapi berubah karena Mas Dedi bilang tata cahaya dan artistiknya akan lebih menarik kalau malam. Diluar itu, timnya Mas Dedy juga asyik, dan kompak, jadi semuanya lancar,” kata Pepen

+++

Tentang Kompilasi MUSIKINI VOL. 1:

Menjaring band-band Semarang dengan melibatkan musisi dan jurnalis musik nasional di Jakarta. Audisi dari Januari – Maret 2015 melahirkan 10 band yang masuk dalam kompilasi [yang akhirnya] bernama MUSIKINI VOL. 1.  10 band itu kemudian melakukan recording ulang dengan music director Ully Dalimunthe [MD-nya Dewi Sandra, Ari Lasso, Bunglon, Debrur, Ziva, dll] yang bekerjasama dengan Adi Oebant di Strato Studio Music Semarang. Melibatkan semua genre, kompilasi ini memang merangkul banyak pihak untuk menjadi salah satu kompilasi yang layak diperhitungkan dan tidak dikerjakan dengan setengah-setengah.