Adam Suraja - Kompilasi Musikini Vol. 1 -- foto: Pepen Bluez
 Adam Suraja – Kompilasi Musikini Vol. 1 — foto: Pepen Bluez

Konon, Tuhan memberikan percikan rasa jatuh cinta itu lewat cara yang tidak pernah kita duga. Karena kata seorang penulis: ketika kita jatuh cinta, kita tidak bisa menolak untuk tidak jatuh cinta. Konsep yang dialami dan dirasakan oleh jutaan makhluk bernama manusia, kini coba diterjemahkan dalam bahasa gambar versi ADAM SURAJA lewat lagu ‘Kusuka’

MENILIK perjalanan kariernya, Adam Suraja sebenarnya bukan anak kemaren sore di kancah musik, khususnya di Semarang. Lagu pop yang dibuatnya lumayan banyak, malah pernah duduk diperingkat terhormat chart indie di salah satu radio. Sempat hiatus, Adam yang lolos dan menjadi salah satu musisi yang masuk di KOMPILASI MUSIKINI VOL.1, mulai menemukan percikan semangat lagi untuk berkarya.

Kompilasi MUSIKINI VOL. 1 ini seperti kompor meleduk buat saya. Panas lagi dan membuat karya lagi, dengan mimpi di industri yang nyaris padam, kini tersulut lagi. Semoga semua bisa dapat hasil yang menggembirakan,” celetuk cowok yang sempat usaha warung soto ini kalem.

Konsep klip yang digarap klip maker Dedi Ginanjar Reksawardana, sebenarnya tidak terlalu ribet. Melibatkan komunitas bikers di Semarang, Adam bercerita: idenya adalah cinta pada pandangan pertama. “Ada cowok yang ditolong seorang cewek ketika motornya mogok. Suatu ketika tanpa sengaja mereka ketemua lagu ketika si cowok itu manggung di kafe, dan akhirnya mereka meyakini kalau punya perasaan yang sama,” terang Adam, sembari menyebut kota lama dan salah satu kafe di Banyumanik, sebagai lokasi syuting.

Soal melibatkan komunitas bikers ini, menurut Adam buat untuk gaya, tapi disesuaikan dengan kebutuhan klipnya. “Saya memakai model bernama Sammi, selain saya sendiri,’ repet cowok yang bisa memainkan banyak alat musik ini.

ketika kita jatuh cinta, kita tidak bisa menolak untuk tidak jatuh cinta

Seperti sudah ditulis di atas, cinta dan jatuh cinta memang tema yang paling mudah diterima. Tapi membuat klip dengan emosi cinta yang terasa oleh yang menonton, jadi perkara sulit lainnya. “Kualitas akting dan penghayatan juga penting, selain konsep yang kuat,” celetuk Kang Dedi, sang sutradara.

Ah, cinta memang seru-seru mumet ya…..

TENTANG KOMPILASI MUSIKINI VOL.1

Digagas oleh Ausi Kurnia Kawoco, salah satu pecinta musik asal Semarang, kompilasi ini menjaring band-band Semarang dengan melibatkan musisi dan jurnalis musik nasional di Jakarta. Audisi dari Januari – Maret 2015 melahirkan 10 band yang masuk dalam kompilasi [yang akhirnya] bernama MUSIKINI VOL. 1.  10 band itu kemudian melakukan recording ulang dengan music director Ully Dalimunthe [MD-nya Dewi Sandra, Ari Lasso, Bunglon, Debrur, Ziva, dll] yang bekerjasama dengan Adi Oebant di Strato Studio Music Semarang. Melibatkan semua genre, kompilasi ini merangkul banyak pihak untuk menjadi salah satu kompilasi yang layak diperhitungkan dan tidak dikerjakan dengan setengah-setengah.