The Jaka Plus -- Foto: Pepen Bluez
                                           The Jaka Plus — Foto: Pepen Bluez

Silakan berkhayal, silakan ngelamun, silakan berfantasi. Buat yang cowok, tidak dilarang untuk menari, bercinta atau sekadar awang-awang dengan perempuan cantik secantik-cantiknya. Buat cewek, tidak dilarang juga gandengan, ciuman, atau sekadar berpegangan tangan nggak penting, dengan laki-laki setampan-tampan. Wong namanya juga khayalan toh…

INI SEMUA gara-gara perempuan bernama ‘Yovie’. Karena cantik, dia menjadi public admirer, dengan berbagai macam versi. Mungkin saja termasuk fantasi nakal lajang-lajang jalang yang banyak berlalu-lalang. Tapi perempuan ini juga punya secret admirer yang sering mengirimkan banyak hadiah dan memberinya kegembiraan. Tapi mengapa semua tiba-tiba menghilang, tapi ‘Yovie’ tadi masih bias tersenyum?

Silakan buru ‘Yovie’ tadi. Karena The Jaka Plus –band yang masuk dalam Kompilasi MUSIKINI VOL. 1—memberikan alternatif pengharapan pada sosok perempuan bernama “Yovie’ yang sekaligus jadi judul lagu mereka.

Dia adalah seorang perempuan yang dicintai seseorang yang tidak dikenal. Perempuan itu saja sampai kebingungan, tapi penggemarnya ini tidak pernah melakukan hal yang jahat hanya mengirim hadiah saja,” terang Dauz, vokalis paling ‘langsing’ di grup band asal Semarang ini kalem. Pernyataan yang diaminkan oleh Elle [gitar], Eddy [gitar], Derry [bass], dan Ajie [drum].

Konsep klip yang disutradarai oleh Dedi Ginanjar Reksawardana sebenarnya jelas: bercinta dengan bayangan. Tapi bahkan merasakan cinta, dicintai, sayang dan disayang oleh bayangan yang kita ciptakan, memberikan perasaan yang luarbiasa.

Mungkin seperti  penderita Alzheimer, punya teman fantasi yang seolah-olah ada yang selalu ada di dekat kita. Bedanya, dalam klip ini Yovie perempuan sehat, tidak mendengar sakit apa-apa. Satu-satunya kesalahannya adalah menciptakaan sosok penggemar rahasianya dalam wujudl tiga dimensi yang nyata,” imbuh Dauz lagi.

Tapi bahkan merasakan cinta, dicintai, sayang dan disayang oleh bayangan yang kita ciptakan, memberikan perasaan yang luarbiasa.

Mengambil lokasi di satu rumah daerah Puspogiwang, Semarang, band ini mengambil aksen dan aura 90an yang cukup kental lewat musiknya. Yang sedikit menarik, untuk model cewek dalam klip ini, The Jaka Plus mengadakan audisi lewat social media. Alhasil, perempuan bernama Lilio beruntung menjadi  tandem Dauz . Eh, beruntung atau…?

TENTANG KOMPILASI MUSIKINI VOL.1

Digagas oleh Ausi Kurnia Kawoco, salah satu pecinta musik asal Semarang, kompilasi ini menjaring band-band Semarang dengan melibatkan musisi dan jurnalis musik nasional di Jakarta. Audisi dari Januari – Maret 2015 melahirkan 10 band yang masuk dalam kompilasi [yang akhirnya] bernama MUSIKINI VOL. 1.  10 band itu kemudian melakukan recording ulang dengan music director Ully Dalimunthe [MD-nya Dewi Sandra, Ari Lasso, Bunglon, Debrur, Ziva, dll] yang bekerjasama dengan Adi Oebant di Strato Studio Music Semarang. Melibatkan semua genre, kompilasi ini merangkul banyak pihak untuk menjadi salah satu kompilasi yang layak diperhitungkan dan tidak dikerjakan dengan setengah-setengah.