RENTDO - Kompilasi Musikini Vol. 1 -- [Foto: Pepen bluez]
RENTDO – Kompilasi Musikini Vol. 1 — [Foto: Pepen Bluez]

Ada yang mengatakan,  persahabatan itu bagai kepompong. Ada juga yang bilang persahabatan itu seperti permen karet, tapi tidak sedikit yang bicara: persahabatan itu laiknya layang-layang, ada tarik ulur dan sesekali ampatan [ngadu –red] dengan layangan lain. Sebenarnya sederhana saja: persahabatan itu kutil, nempel terus. Terserah saja. Tapi RENTDO punya versi lain. Apalagi?

DI SEBUAH ruangan yang mirip kapal pecah, ada RENTDO yang sedang mengutak-atik lagu dan lirik dengan gitarnya. Di sisi lain, beberapa orang kawannya jumpalitan main bass sambil tiduran. Ketika akhirnya lirik dan komposisi lagunya tertemukan, RENTDO seperti Archimedes yang berteriak ‘eureka!’ atau akhirnya ditemukan. Lagu selesai, tapi kisah persahabatan itu baru dimulai.

Tema yang universal dan biasa? Mugkin saja, tapi bicara persahabatan itu selalu menyenangkan. Ketika mobil mogok, rame-rame mendorong sambil ngoceh nggak jelas dan tertawa. Ketika sama-sama punya mimpi besar jadi musisi, hanya di studio atau kamar yang ada alat musiknya, lagaknya udah seperti rockstar papan atas. Seru!

Saya ingin menggambarkan, suasana persahabatan yang heboh, seru, tapi bias melakukan hal positif tidak hanya kumpul dan hura-hura nggak jelas,” jelas RENTDO, cowok yang namanya agak unik itu tentang konsep klip lagunya ‘Dari Sahabat Untuk Sahabat’ yang termaktub sebagai salah satu lagu dalam Kompilasi MUSIKINI VOL.1 Disutradarai oleh Dedi Ginajar Reksawardana dari Jakarta, RENTDO menuangkan idenya di salah satu rumah di Graha Estetika Semarang, berpindah ke jalan di depan Fakultas Ekonomi UNDIP Tembalang Semarang, sebelum persahabatan itu sedikit ugal-ugalan di gudang motor daerah Srikaton.

….sebenarnya sederhana saja: persahabatan itu sepeprti kutil, nempel terus, tapi [harusnya] nggak nyakitin….

Menggambarkan  persahabatan dalam visual itu sebenarnya biasa, tapi memberi efek haru, emosional dan terlihat tulus, itu yang sulit. RENTDO punya ide yang menarik untuk penggambaran lirik lagunya itu,’ jelas Dedi di sela break syuting. Sekadar informasi, RENTDO adalah musisi terakhir yang mengarap klip untuk album kompilasi ini.  “Seru bisa kerjasama dengan Kang Dedi. Serius sih, tapi sebenarnya orangnya asik dan kelihatan professional,” repet RENTDO lagi.

TENTANG KOMPILASI MUSIKINI VOL.1

Digagas oleh Ausi Kurnia Kawoco, salah satu pecinta musik asal Semarang, kompilasi ini menjaring band-band Semarang dengan melibatkan musisi dan jurnalis musik nasional di Jakarta. Audisi dari Januari – Maret 2015 melahirkan 10 band yang masuk dalam kompilasi [yang akhirnya] bernama KOMPILASI MUSIKINI VOL. 1.  10 band itu kemudian melakukan recording ulang dengan music director Ully Dalimunthe [MD-nya Dewi Sandra, Ari Lasso, Bunglon, Debrur, Ziva, dll] yang bekerjasama dengan Adi Oebant di Strato Studio Music Semarang. Melibatkan semua genre, kompilasi ini merangkul banyak pihak untuk menjadi salah satu kompilasi yang layak diperhitungkan dan tidak dikerjakan dengan setengah-setengah.