Masih kita dengar, industri musik Indonesia sedang dalam kondisi ‘meriang’.  Meski begitu, potensi besar yang terbentang, masih jadi magnet untuk pendatang baru berkiprah. KAYLA –salah satu solois pendatang baru—memilih tetap berekspresi lewat lagu. Dan singgel “Bila” jadi pertaruhannya.

BAKAT itu anugerah dari Tuhan. Rasanya ‘sedih’ ketika punya bakat, tapi tak tersalur dengan tepat. Kayla, cewek belia berparas rupawan ini, beruntung punya supporter yang mendukung pilihannya bermusik. Pemilik nama lengkap Dias Sekar Nabila ini punya orangtua yang mengapresiasi kenekatannya menjadi penyanyi. Selain melengkapinya dengan kemampuan memainkan alat musik, Kayla juga didukung merilis singgel.

Singgel “Bila” yang jadi debut Kayla di industry musik, sejatinya bukan musik dan lagu yang mudah. Eksplorasi vokal dan penjelajahan musikalitas yang lebar, jadi pilihan Kayla ketika memilih singgel garapan musisi asal Semarang, Herry Hirmanto. Dibantu Andre Mayorga –musisi kawakan Semarang—seagai music director, lagu dengan tempo mellow itu, terdengar lebih indepth, mengingatkan kita pada gaya bernyanyi musisi black music.

Aku sering diminta nyanyi di acara-acara musik, dan hal itu membuat mental dan teknik bernyanyiku makin terasah. Selain itu aku juga jadi kenal banyak musisi senior, khususnya di Semarang,” tukas dara kelahiran 6 November 2002, yang bersekolah di Singapore International School [SIS] Semarang ini kalem.

Dengan sedikit perubahan aransemen, kemasan lagu ini, terasa lebih kekinian dan cocok dengan karakter vokal KAYLA.  Direkam di studio Brotherland Jakarta, KAYLA yang mendapuk Ine Maria menjadi vocal director-nya, bisa melewati proses itu dengan lancar.

Tidak ada kesulitan berarti ketika take vocal. Yang repot karena aku orangnya moody, jadi selama proses rekaman itu, aku ditemani sekeranjang cokelat untuk menjaga mood,” cerita pehobi baca novel ini sambil tertawa. “Sebelumnya, malah aku tidak boleh bawa gadget sama sekali selama beberapa hari, biar tidak ngerusak mood,” imbuh penyuka mie yang selalu meminta lampu studio dimatikan ketika take vocal untuk menemukan ‘rasa’ lagunya.

Sementara Andre Mayorga selaku music director mengatakan, ”Saya meminta KAYLA untuk menyanyikan lagu ini tanpa kehilangan sosoknya sebagai remaja. Penghayatan dan penjiwaan lagu tentang cinta ini juga menyesuaikan dengan apa yang pernah dirasakan dan dialaminya sebagai remaja.”  Buat Andre, tidak melulu persoalan lagu menjadi keren, tapi  juga ruh dari lagu itu bisa muncul.

Dan KAYLA punya kesanggupan memunculkan ruh lagu itu, padahal secara teknis lagunya sulit

Selain sebagai gerbang awal masuk industri musik, singgel “BILA” ini juga menjadi penghantar untuk penikmat musik Semarang dan Indonesia, bahwa ada kepompong bernama KAYLA, yang siap menjadi kupu-kupu apik. Rasanya ‘berdosa’ kalau kita abai menyimak keindahan suaranya.  Dan kini, bersiaplah terhanyut bersamanya.